MANADO, 9 OKTOBER 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Perdagangan Karbon di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), menargetkan wilayah ini sebagai hub penting untuk akselerasi investasi hijau dan strategi dekarbonisasi nasional. Acara bertema “Mendorong Investasi Melalui Bursa Karbon dan Strategi Dekarbonisasi” ini menjadi momentum strategis untuk mengoptimalkan potensi besar Sulut di sektor perkebunan, energi air, serta proyek berbasis hutan.
Sosialisasi ini diselenggarakan atas kolaborasi antara Direktorat Pengawasan Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Departemen Pemeriksaan Khusus, IDXCarbon, dan Kantor OJK Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan membangun dialog konstruktif antar pemangku kepentingan—mulai dari sektor jasa keuangan, pelaku industri, akademisi, hingga penyelenggara bursa—mengenai mekanisme perdagangan karbon di IDXCarbon (Bursa Karbon Indonesia).
Peluang Emas bagi Sulawesi Utara
Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek dan Pemeriksaan Khusus OJK, I.B. Aditya Jayaantara, dalam sambutan utamanya, secara optimistis menyoroti potensi yang belum tergali dan peluang besar di Sulawesi Utara. Beliau menegaskan bahwa meskipun wilayah ini baru mencatat satu pengguna jasa bursa karbon dan satu project developer, kondisi ini justru merupakan titik awal yang strategis untuk pertumbuhan yang masif. Ini adalah momentum emas untuk mengaktivasi potensi sumber daya daerah dan menjadikan Manado sebagai motor penggerak perdagangan karbon di Indonesia Timur.
“Menyelam di Bunaken airnya jernih, Terumbu karang elok berseri. Dari Manado semangat bersih, Perdagangan karbon selamatkan bumi,” ujar Deputi Komisioner, menutup pidatonya dengan pantun yang menggelorakan semangat daerah.
Beliau menyoroti potensi besar Sulut dari sektor perkebunan, energi baru terbaharukan, serta proyek berbasis kelautan/bahari yang dapat didorong untuk menjadi penyedia unit karbon. Melalui sosialisasi serupa yang akan diadakan secara berkelanjutan, OJK berharap dapat mendorong partisipasi yang lebih merata dan inklusif di daerah.
Perkembangan Signifikan IDXCarbon
Indonesia berkomitmen mencapai target Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat. Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) yang diluncurkan OJK pada 26 September 2023, adalah instrumen kunci untuk mencapai target tersebut.
Sejak peluncuran, OJK mencatat perkembangan positif. Per tanggal 8 Oktober 2025, total volume transaksi yang diperdagangkan telah mencapai 1.606.406 ton CO2 ekuivalen, dengan nilai setara Rp78,483 miliar. Saat ini, sudah ada 132 pihak yang terdaftar sebagai pengguna jasa bursa karbon.
“Capaian ini menunjukkan perkembangan positif, dan kami berharap tren pertumbuhan ini dapat terus berlanjut serta memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pencapaian target penurunan emisi nasional,” tegas I.B. Aditya Jayaantara.
OJK juga terus berupaya memperkuat literasi dan kapasitas para pihak terkait. Sebagai wujud komitmen, OJK telah meluncurkan buku “Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan” pada 15 Juli 2025, yang dapat diunduh gratis sebagai referensi praktis.
Aksi Nyata Mendorong Transparansi
IDXCarbon menyediakan platform yang transparan, teratur, dan berintegritas untuk perdagangan karbon. OJK telah mengeluarkan perangkat regulasi, termasuk Peraturan OJK Nomor 14 Tahun 2023 dan Surat Edaran OJK Nomor 12 Tahun 2023, yang mengakomodir berbagai jenis unit karbon yang dapat diperdagangkan.
Dengan dibukanya Sosialisasi Perdagangan Karbon di Manado ini, OJK berharap dapat memperluas partisipasi, meningkatkan literasi, dan memperkuat sinergi antara regulator, industri, dan pemerintah daerah. Tujuannya jelas: mewujudkan ekosistem perdagangan karbon yang optimal demi pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia.
Kontak Media:
Narahubung – 021 29600000 Ext
Leave A Comment